“Ketidak Pastian yang Membawa Kecewa”

“Mungkin anda pernah kecewa dengan perusahaan anda. Apakah anda juga pernah merasa disepelekan oleh teman. Dan Pernahkah anda merasa dikhianati dengan sejuta janji – janji palsu yang keluar dari seorang sahabat.. “

Bulan ini gua merasa diboong’n sama perusahan gua kerja, kenapa bisa?? karena dengan janji – janjinya yang memang menjanjikan akhirnya gua terpana dan tak sadarkan diri.. 🙂 tapi tak apa.. gua masih bisa bernafas sampai saat ini,itu yang menunjukan gua masih bisa bertahan dengan semua keadaan ini. “Gua tau Tuhan merencanakan lain,Mungkin gak sekarang tapi besok atau lusa”. Gua percaya sama kata2 itu. Mungkin banyak para karyawan yang kayak gua. maka ini lah yang harus temen – temen perhatikan pertama.

  1. Jangan terlalu seneng sama kenaikan pangkat atau sejenisnya sebelum ada S.K
  2. Jangan ragu kalo anda merasa benar dan sesuai prosedur kerja
  3. Anda harus mengetahui dengan jelas printah atau Job Desk Anda
  4. Sabar dan Ikhlas karena semua itu hanya titipan ( jabatan )

Yang gua bisa terima dengan semua ini adalah karena gua sadar semua itu hanya titipan ( Jabatan ) gua bersyukur selama ini dekat dengan orang – orang yang bisa memberikan motivasi besar. Yang pasti kalo temen – temen lagi kecewa dengan kehidupan biarlah semua berjalan dengan apa adanya. yang bisa kita perbuat hanyalah berdoa dan Ikhlas. semua kuncinya adalah sabar dan mendekatkan diri dengan sang Pencipta. Kerjaan,jabatan,sahabat dan keluarga semua itu hanya Titipan..

thanks for reading my Write 🙂

Iklan

“Saat Hati berkata”

Bila seseorang telah membuat luka dalam hatinya,maka apa yang akan kalian lakukan.. Seseorang akan merasa paling benar jika semua pendapatnya diterima dengan senang hati mendapatkan tempat yang sangat mulia di depan si pendengar. namun apakah mereka sadar akan hati yang tak sepadan dengan’y?? apakah mengikutinya adalah opsi terakhir?? apakah dengan adanya pendapat yang merasa paling benar?? Apa hanya mengekor keterpurukan??

Baca lebih lanjut

“Dia seorang Dokter”

Hari Sabtu yang cerah mengiring perjalanan Niluh dan neneknya untuk berobat,memang sangat jauh letak Rumah Sakit dari rumahnya. Oleh karena itu setiap pergi berobat nenek selalu mengajak Amri untuk menemaninya, Amri adalah sopir angkot yang rumahnya tidak jauh dari rumah Niluh. Sering kali Amri melibur narik angkot untuk mengantarkan Niluh berobat. Sekitar butuh 1 jam untuk sampai ke Rumah Sakit,Amri dengan sangat hati-hati mengendarai mobil Kijang yang sudah lama jadi tumpakanya. Sampai di Rumah Sakit Niluh langsung segera dibawa ke IGD dan langsung menjadi pasien yang sangat istimewa,Selalu di nomer satukan. Mungkin pemerintah indonesia sudah sepenuhnya sadar untuk memberi keistimewaan bagi orang-orang yang kurang mampu untuk berobat. Dengan menggunakan rolling bad Niluh dibawa ke ruang periksaan, Dokter menyambut dengan sangat ramah. Baca lebih lanjut

“Tangisan Niluh”

Terdiam duduk sendiri melihat jendela kamar yang selalu terbuka, Niluh panggilan akrabnya masih duduk lemas tak berdaya dengan penyakitnya yang kian lama kian menggerogoti tubuhnya tidak ada yang bisa dia kerjakan kecuali duduk di kursi malasnya dan tidur di tempat tidur yang sudah lama menemaninya selama 3 tahun. Semua organ tubuhnya seakan lumpuh dan dipenuhi coreng yang selalu basah dan bau anyir yang menyengat hidung, penyakit kusta yang dia derita sejak kurang lebih 3 tahun silam membawanya dalam sendirian dan keterpurukan. Hanya neneknya yang selalu setia menunggunya, dengan penuh kesabaran merawatnya. Nenek yang hari ini genap berusia 64 tahun tidak merasa bosan dan jijik merawat Niluh,dia tertegun mengingat ke dua orang tua niluh yang telah meninggal dunia karena lenyap tersapu gelombang dasyat pada tanggal 26 Desember 2 tahun silam,menginggalkan sejuta pertanyaan karena jazadnya sampai sekarang belum juga di temukan.

asd

Baca lebih lanjut