“Menentukan Hidup”

Memang setiap manusia berhak untuk mentukan kehidupanya sendiri, begitu pula dengan Gua pengen menentukan kehidupan gua dengan layak.. Sebenernya banyak cara mencapai  tujuan kita. Tergantung dari mana kita memulai dan darimana niat kita seberapa besar impian kita. tak banyak hal yang ingin Gua bicarakan namun serasa hati ini gundah mendapat pertanyaan dalam hati.. Seakan semuanya berada dalam ruang yang sempit dan tak ada celah untuk melihat kedepan.. dengan cara apa lagi Gua harus melihat?

Gua pengen mendapatkan apa yang Gua inginkan tapi dengan cara apa Gua mendapatkanya, semua keyakinan udah pada kalimat yang sama kenapa dengan hati??  “Gua gak tahu apa yang akan terjadi di hari esok, tapi Gua bisa memperkirakan apa yang terjadi di hari esok”. Gua gak bisa menentukan takdir sendiri Gua hanya bisa merencanakan dan Alloh yang mewujutkan dengan kata lain semua tergantung pada yang menciptakan kita… Dengan berdoa dan berikhtiar kita bisa berusaha menjadikan impian kita menjadi kenyataan. Alloh akan memperhatikan kita dari jauh,dan selalu membimbing kita dari kesalahan yang kita buat..

Jangan Pernah takut salah melangkah karena gua tau Alloh alwys be side me..

😀

Iklan

Menentukan Hidup..

Untuk kesekian kalinya berhadapan dengan masalah yang datang silih berganti,namun semuanya akan tegar seiring dengan waktu,untuk memastikan kehidupan yang baik, berani mengambil resiko namun tetap berfikir Logis.. untuk mendapatkan semua yang ingin di cita – cita kan..

Berharap semua akan berubah namun tak kunjung datang walau semua sudah berusaha dengan susah payah.. dengan berdoa kita harus lebih meyakinkan dengan hati yang kuat untuk membuat kita menjadi manusia yang TANGGUH..

Baca lebih lanjut

“Harapan Seorang Ibu”

Banyak yang mengalami hal demikian, mungkin karena otak kita masih ingin berfikir namun kenyataanya kondisi dan situasinya kurang mendukung. Aku terinspirasi dari banyak teman ku yang mengalaminya termasuk kekasih ku sendiri.


Minggu lalu, saat hari masih pagi ketika aku kedatangan dua orang tamu. Seorang ibu setengah baya berpakaian lusuh dengan mengandeng seorang anak perempuan. Setelah memperkenalkan diri Ibu Mijah menceritakan maksud dari kedatanganya dan menceritakan masalah yang sedang dihadapinya. Anak laki – lakinya yang baru lulus SMP ( Sekolah Menengah Pertama ) ingin melanjutkan sekolah ke SMK ( Sekolah Menengah Kejuruan ). Akan tetapi, apa daya Ibu Mijah hanya seorang bakul jajanan di SD – SD di pinggir jalan. Yang mempunyai harapan melanjutkan sekolah anaknya di SMK. Apa lagi Ibu Mijah sekarang menjadi orang tua tunggal yang harus menghidupi ke -3 Anaknya yang masih kecil – kecil setelah suaminya meninggal 2 tahun lalu di Malaysia.

Bulan Juni – Juli, waktu yang selalu berulang tiap tahunya, Bulan yang senantiasa membuat semua orang tua menjadi resah dan panik. Seperti halnya Ibu Mijah yang kini menjanda. Bulan – bulan ini sangat menegangkan baginya :

“Seniki sedoyo angel, dodol jajan ugi angel, Mboten kados rumiyin. Anake kulo nyuwun sekolah malih”
( Sekarang semua susah, jual jajanan juga susah, tidak seperti dulu. Anak saya minta sekolah lagi ).
Ucap Ibu Mijah

Ibu Mijah tidak bisa membayangkan dari mana memperoleh uang jutaan rupiah untuk biaya masuk sekolah anaknya. Di sisi lain Ibu Mijah juga terjepit dengan kondisi ekonomi yang serba sulit. Dampak dari kenaikan kebutuhan bahan pokok dan BBM telah menerpa usaha jajananya. Kasihan rakyak kecil selalu terkena Imbasnya.

Ibu Mijah berucap lirih dengan ku , “Mas.. Bisa ndak anak saya sekolah lagi, Saya ingin meminjam uang?? ” dia sangat ingin sekolah sampai harus Tahajud tiap malam”.
“Insya Alloh bu.. Anak ibu bisa melanjutkan sekolah lagi. Kita akan bantu semampu kita”. Jawab saya.
“Bagaimana dengan anak Mas sendiri??”…


“Saat Hati berkata”

Bila seseorang telah membuat luka dalam hatinya,maka apa yang akan kalian lakukan.. Seseorang akan merasa paling benar jika semua pendapatnya diterima dengan senang hati mendapatkan tempat yang sangat mulia di depan si pendengar. namun apakah mereka sadar akan hati yang tak sepadan dengan’y?? apakah mengikutinya adalah opsi terakhir?? apakah dengan adanya pendapat yang merasa paling benar?? Apa hanya mengekor keterpurukan??

Baca lebih lanjut

“Dia seorang Dokter”

Hari Sabtu yang cerah mengiring perjalanan Niluh dan neneknya untuk berobat,memang sangat jauh letak Rumah Sakit dari rumahnya. Oleh karena itu setiap pergi berobat nenek selalu mengajak Amri untuk menemaninya, Amri adalah sopir angkot yang rumahnya tidak jauh dari rumah Niluh. Sering kali Amri melibur narik angkot untuk mengantarkan Niluh berobat. Sekitar butuh 1 jam untuk sampai ke Rumah Sakit,Amri dengan sangat hati-hati mengendarai mobil Kijang yang sudah lama jadi tumpakanya. Sampai di Rumah Sakit Niluh langsung segera dibawa ke IGD dan langsung menjadi pasien yang sangat istimewa,Selalu di nomer satukan. Mungkin pemerintah indonesia sudah sepenuhnya sadar untuk memberi keistimewaan bagi orang-orang yang kurang mampu untuk berobat. Dengan menggunakan rolling bad Niluh dibawa ke ruang periksaan, Dokter menyambut dengan sangat ramah. Baca lebih lanjut

“Tangisan Niluh”

Terdiam duduk sendiri melihat jendela kamar yang selalu terbuka, Niluh panggilan akrabnya masih duduk lemas tak berdaya dengan penyakitnya yang kian lama kian menggerogoti tubuhnya tidak ada yang bisa dia kerjakan kecuali duduk di kursi malasnya dan tidur di tempat tidur yang sudah lama menemaninya selama 3 tahun. Semua organ tubuhnya seakan lumpuh dan dipenuhi coreng yang selalu basah dan bau anyir yang menyengat hidung, penyakit kusta yang dia derita sejak kurang lebih 3 tahun silam membawanya dalam sendirian dan keterpurukan. Hanya neneknya yang selalu setia menunggunya, dengan penuh kesabaran merawatnya. Nenek yang hari ini genap berusia 64 tahun tidak merasa bosan dan jijik merawat Niluh,dia tertegun mengingat ke dua orang tua niluh yang telah meninggal dunia karena lenyap tersapu gelombang dasyat pada tanggal 26 Desember 2 tahun silam,menginggalkan sejuta pertanyaan karena jazadnya sampai sekarang belum juga di temukan.

asd

Baca lebih lanjut