“Kota Purwokerto Ku Terbakar”

Purwokerto ku Tercinta : Terbakar.. Dua rumah toko di kompleks perbelanjaan di Kebondalem, ( tepat biasanya aku dan keluarga berbelanja ). 😦 Purwokerto, Jawa Tengah, Ahad (21/9) dini hari,sebelum santap saur, habis terbakar. si Raja Api diduga berasal dari lantai satu kompleks perbelanjaan dan menyebar hingga lantai tiga ruko. :((

Barang – barang dan rangka atap yang terbuat dari kayu dan plastik membuat api merambat cepat. Mengakibatkan Kedua ruko pun langsung hangus ( Luluh lantah ). Api baru bisa dipadamkan dua jam kemudian dengan 3 ( tiga ) unit mobil pemadam didatangkan. ( tapi lucunya 1 mobil kebakaran menabrak trotoar ruko dan menjadi bahan tertawakan warga “termasuk aku” saat melihat insiden itu ). Hingga kini penyebab kebakaran masih diselidiki. ( kemungkinan akibat Konslering Listrik atau lupa mematikan kompor saat memasak bahan untuk santap saur ). 😉

Keluarga dan pemilik ruko langsung histeris saat mengetahui barang jajaannya ludes dilalap si Raja Merah. Dia mengaku rugi hingga Rp 500 juta. Pasalnya semua barang dagangan untuk keperluan Lebaran yang masih sangat laku yang akhirnya terbakar..

Iklan

“Kenapa dengan Indonesia Ku”

Hari ini ada berita Polisi mati
Hari ini ada berita Pembantu dibantai majikannya
Hari ini ada berita Anak anak membunuh orang tuanya
Hari ini ada berita Orang tua memperkosa anak- anaknya
Hari ini ada berita Guru – guru banyak yang sakit jiwa
Hari ini ada berita Orang – orang kaya takut bangkrut
Hari ini ada berita Mahasiswa protes
Merah putih cemang cemong Mau insaf susah
Desa sudah menjadi kota

( Iwan Fals : “Menunggu Ditimbang Malah Muntah” )

Mungkin cuman di Indonesia lagu itu sangat pas, dan sangat cocok untuk polemik yg ada di Negara kita Tercinta. Berat menimbang – lemah memikul..
Sebenarnya Aku sangat bangga hidup di Indonesia, Indonesia Raya !!!
( tapi kapan Kau bangkit )

Melihat berita di Televisi, membaca surat kabar yg beritanya itu – itu saja. Kemiskinan yg kian bangga di katakan miskin. Kedidjayaan yg kian merebak dan meng kebiri rakyat kecil. Belum ada kemajuan di Indonesia Tercinta ini.

Jikalao bisa memilih lagi orang nomer satu di Indonesia & membandingkan. Presiden mana yang cocok untuk negara ini ???

  1. Sukarno, Ir.
  2. Suharto, Jend TNI.
  3. Bacharuddin Jusuf Habibie, Prof. Dr. Ing.
  4. Abdurrahman Wahid, K.H.
  5. Dyah Megawati Setyawati Sukarnoputri, Dr(HC). Hj.
  6. Susilo Bambang Yudhoyono, Dr. H. Jend. TNI (Purn.)

“Si Raja Jalanan”

Huih… Berjalan ditengah – tengah kendaraan dengan kecepatan yg kencang. Mencaci setiap orang yg mengengkang. Serasa dia lah “Si Raja Jalanan”.

Ini cerita Apaan seeeh…

Banyak yang mengaku dia lah si raja jalanan tapi siapakan si raja jalanan itu. Saat Berkendara menyisir jalan penuh lobang ( malkum di Indonesia ). Berjalan beriringan sejajar se luasnya Aspal. Selalu terdengar jeritan – jeritan orang yg ada di samping kiri kendaraan. berkelok kiri – kanan. lalu berhenti sejenak untuk mengangkut penumpang dan menurunkan penumpang. Iya dialah sang Raja Jalanan Sejati.. Banyak sudah korban yang jatuh akibat ke Cerobohanya, namun apa daya semua karena “Kejar Setoran”. Selalu yang mereka katakan. Tidak pernah mengalah dengan pemakai jalan yang lain, menyerobot dan memakan Jalan yang berliku. Terburu waktu yg semakin lama semakin berlalu, Mengintai orang yg ada di pinggir jalan seperti mata Elang. Kehidupan jalanan semakin akrab seiring hidupnya. Aku Takut naik Metromini..
🙂

“Harapan Seorang Ibu”

Banyak yang mengalami hal demikian, mungkin karena otak kita masih ingin berfikir namun kenyataanya kondisi dan situasinya kurang mendukung. Aku terinspirasi dari banyak teman ku yang mengalaminya termasuk kekasih ku sendiri.


Minggu lalu, saat hari masih pagi ketika aku kedatangan dua orang tamu. Seorang ibu setengah baya berpakaian lusuh dengan mengandeng seorang anak perempuan. Setelah memperkenalkan diri Ibu Mijah menceritakan maksud dari kedatanganya dan menceritakan masalah yang sedang dihadapinya. Anak laki – lakinya yang baru lulus SMP ( Sekolah Menengah Pertama ) ingin melanjutkan sekolah ke SMK ( Sekolah Menengah Kejuruan ). Akan tetapi, apa daya Ibu Mijah hanya seorang bakul jajanan di SD – SD di pinggir jalan. Yang mempunyai harapan melanjutkan sekolah anaknya di SMK. Apa lagi Ibu Mijah sekarang menjadi orang tua tunggal yang harus menghidupi ke -3 Anaknya yang masih kecil – kecil setelah suaminya meninggal 2 tahun lalu di Malaysia.

Bulan Juni – Juli, waktu yang selalu berulang tiap tahunya, Bulan yang senantiasa membuat semua orang tua menjadi resah dan panik. Seperti halnya Ibu Mijah yang kini menjanda. Bulan – bulan ini sangat menegangkan baginya :

“Seniki sedoyo angel, dodol jajan ugi angel, Mboten kados rumiyin. Anake kulo nyuwun sekolah malih”
( Sekarang semua susah, jual jajanan juga susah, tidak seperti dulu. Anak saya minta sekolah lagi ).
Ucap Ibu Mijah

Ibu Mijah tidak bisa membayangkan dari mana memperoleh uang jutaan rupiah untuk biaya masuk sekolah anaknya. Di sisi lain Ibu Mijah juga terjepit dengan kondisi ekonomi yang serba sulit. Dampak dari kenaikan kebutuhan bahan pokok dan BBM telah menerpa usaha jajananya. Kasihan rakyak kecil selalu terkena Imbasnya.

Ibu Mijah berucap lirih dengan ku , “Mas.. Bisa ndak anak saya sekolah lagi, Saya ingin meminjam uang?? ” dia sangat ingin sekolah sampai harus Tahajud tiap malam”.
“Insya Alloh bu.. Anak ibu bisa melanjutkan sekolah lagi. Kita akan bantu semampu kita”. Jawab saya.
“Bagaimana dengan anak Mas sendiri??”…


“Gramedia”

Maav bukanya mau promosi, tapi setelah di Tela’ah lebih dalam kumpulan buku di Gramedia ( Kota tempat ku singgah ). Sanggat lengkap, dengan harga yang sangat terjangkau ( mungkin karena aku kenal dengan pelayan & kasirnya ). karena dapat potongan harga ( diskon ) untuk setiap pembelian buku ato barang – barang yang ada di tempat itu ( gramedia ). Tentunya khusus untuk pembelian atas nama “karyawan”, jadi dapat potongan harga ( diskon ). Kalo tidak begitu maka harga buku ato barang – barang yg ada di tempat itu ( gramedia ) tidak akan di potong harganya ( terKecuali ada promo ). 😉

Sengaja Aku masuk ( gramedia ) dari ujung pintu masuk – sampai pintu keluar, Menyisir semua ruangan dan sudut yang ada di sana ( gramedia ). Ternyata dari Cerita Dongeng, Fiksi ( Novel2 ), “Cara Cabut Rumput yg baik dan benar” juga ada. sampai  “Kamasutra” versi indian Indonesian dan Amerika juga ada disana. dengan macam dan pilihan selera dan tentunya dengan kocek yg ada di kantong..

“Marhaban Ya Ramadhan”

Telah tiba bulan yang sangat ditunggu oleh stiap orang muslim,Kembali ke Fitrah untuk mencapai ke Imanan yang sempurna. Bulan Ramadhan kali ini sangat indah menurut ku, mempunyai kesempatan untuk membersihkan dosa – dosa lagi. Bersilahturahim kepada setiap orang. Mempunyai Tambatan hati yang selalu menemani..

Mungkin 2 tahun yang lalu puasa ramadhan kita berbeda, sebuah organisasi Islam (NU) menyakini awal 1 ramadhan berbeda dengan organisasi Islam yang lainya. Namun sekarang InsyaAlloh kita bersatu padu untuk menjalani ibadah puasa ramadhan bersama – sama. Mungkin yang sangat mencolok sholat idul fitri saja berbeda, banyak perbedaan yang sangat memprihatinkan. InsyaAlloh sekarang kita menuju fitrah bersama – sama (emang harus semestinya).

Untuk Seluruh Pembaca…

Marhaban Ya Ramadhan Mohon maav Lahir & Batin.