“Anjink”

“Sudah Jatuh – Tertimpa Tangga”

Mungkin memang sudah takdir dan hukum Rimba, Rakyat kecil selalu di injak – injak. Mengharap belah kasian dari sang maha Kedigjayaan. Sumpah Demi Alloh sang pencipta Semesta Alam aku kecewa 😦 Bekerja di sebuah perusahaan besar sekelas BUMN,(KITech). Tak bisa membayar honor yang nominalnya hanya berapa ringgit saja. Munkin memang “benar”. Setiap pekerjaan selalu seperti memakan empedu, yang sangat pahit. Hingga Keluguan dan kejujuran Sangat tidak dibutuhkan dalam dunia kerja aku yakin, menjilat mungkin sudah sangat tidak asing. Dan terkutuklah Engkau “Anjink” untuk semua Penguasa & Sang Maha Kedigjayaan yang murtad..

(Maav untuk semua kata2 kasar yang terucap).

Iklan

5 Tanggapan

  1. sabar ya Aa syang..smua kesabarang pasti berbuah manis, wlau awalnya pahit. ya? semangat!!! 🙂

    @ namada :
    Makasih beib

  2. sabar…. sabar…

    @ easy :
    Kesabaran Ku sudah habis
    🙂

  3. @ namada & easy :
    Thanks for nothing…

  4. hahahahahahahahahaha…

    disabar bro….

    inget bulan puasa….

    nyebut..nyebut……nyebut….

    @ hanns08 :
    Thank u Bro…

  5. Wah kang jangan menulis “Sang Maha Kedigjayaan dst..”
    Bisa menimbulkan duga, prasangka dan persepsi yang kurang baik.
    Sabar yach dimana-mana kerja emang kalau jujur itu makan hati karena banyak orang lain yang pakai jurus menjilat. Tapi Insya Allah berkah gajinya kalau kita bersabar. (padahal saya juga sering ngeluh 😦
    Tapi berusaha sebisa mungkin tuk sabar iya to….

    @ Silo :
    Iya.. Iya..
    Trimakasih sudah berkunjung

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: