“Dia seorang Dokter”

Hari Sabtu yang cerah mengiring perjalanan Niluh dan neneknya untuk berobat,memang sangat jauh letak Rumah Sakit dari rumahnya. Oleh karena itu setiap pergi berobat nenek selalu mengajak Amri untuk menemaninya, Amri adalah sopir angkot yang rumahnya tidak jauh dari rumah Niluh. Sering kali Amri melibur narik angkot untuk mengantarkan Niluh berobat. Sekitar butuh 1 jam untuk sampai ke Rumah Sakit,Amri dengan sangat hati-hati mengendarai mobil Kijang yang sudah lama jadi tumpakanya. Sampai di Rumah Sakit Niluh langsung segera dibawa ke IGD dan langsung menjadi pasien yang sangat istimewa,Selalu di nomer satukan. Mungkin pemerintah indonesia sudah sepenuhnya sadar untuk memberi keistimewaan bagi orang-orang yang kurang mampu untuk berobat. Dengan menggunakan rolling bad Niluh dibawa ke ruang periksaan, Dokter menyambut dengan sangat ramah.
“Selamat Siang,Dik Niluh.. Gimana keadaanya?? Sudah makan siang??” Tanya Dokter dengan sangat perhatian.
“Alhamdulillah Pak Dokter… Niluh sudah bisa menggerakan tangan dan kakinya”. Jawab Nenek sangat memperhatikan
“Oo.. Perkembangan yang sangat menggembirakan,Obatnya sudah habis apa belum? kalau bisa jangan sampai tidak habis”. Tanya Dokter sambil memeriksa tekanan darah Niluh.
“Sudah.. Pak Dokter,semuanya sudah habis”. Pilah Nenek memperhatikan.

Memang sudah lama Dokter Fauzan menjadi dokter pribadi Niluh, Sejak 2 tahun yang lalu pertama kali Niluh di periksa, perkembangan demi perkembangan Dr. Fauzan mengamati dengan cermat. Dari saat Niluh mengalami kelumpuhan hingga saat kritis. Akhir-akhir ini perkembangan Niluh sangat lambat,mungkin karena banyak pikiran yang menghambat perkembangannya. Dr. Fauzan adalah Dokter muda, Dia baru berusia 28 tahun tapi masih belum punya seorang istri. Entah apa yang membuatnya tidak cepat-cepat nenikah,Padahal untuk karirnya sudah sangat mapan selain sebagai Dokter,Dr Fauzan juga sebagai Pengurus Masjid di Rumah Sakit. Sebelum Mesjid diurus Dr. Fauzan Mesjid Rumah Sakit tidak pernah aktif. Dr. Fauzan juga seorang guru agama pada sebuah pesantren

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: