Banyak yang mengalami hal demikian, mungkin karena otak kita masih ingin berfikir namun kenyataanya kondisi dan situasinya kurang mendukung. Aku terinspirasi dari banyak teman ku yang mengalaminya termasuk kekasih ku sendiri.
Minggu lalu, saat hari masih pagi ketika aku kedatangan dua orang tamu. Seorang ibu setengah baya berpakaian lusuh dengan mengandeng seorang anak perempuan. Setelah memperkenalkan diri Ibu Mijah menceritakan maksud dari kedatanganya dan menceritakan masalah yang sedang dihadapinya. Anak laki – lakinya yang baru lulus SMP ( Sekolah Menengah Pertama ) ingin melanjutkan sekolah ke SMK ( Sekolah Menengah Kejuruan ). Akan tetapi, apa daya Ibu Mijah hanya seorang bakul jajanan di SD – SD di pinggir jalan. Yang mempunyai harapan melanjutkan sekolah anaknya di SMK. Apa lagi Ibu Mijah sekarang menjadi orang tua tunggal yang harus menghidupi ke -3 Anaknya yang masih kecil – kecil setelah suaminya meninggal 2 tahun lalu di Malaysia.
Bulan Juni – Juli, waktu yang selalu berulang tiap tahunya, Bulan yang senantiasa membuat semua orang tua menjadi resah dan panik. Seperti halnya Ibu Mijah yang kini menjanda. Bulan – bulan ini sangat menegangkan baginya :
“Seniki sedoyo angel, dodol jajan ugi angel, Mboten kados rumiyin. Anake kulo nyuwun sekolah malih”
( Sekarang semua susah, jual jajanan juga susah, tidak seperti dulu. Anak saya minta sekolah lagi ). Ucap Ibu Mijah
Ibu Mijah tidak bisa membayangkan dari mana memperoleh uang jutaan rupiah untuk biaya masuk sekolah anaknya. Di sisi lain Ibu Mijah juga terjepit dengan kondisi ekonomi yang serba sulit. Dampak dari kenaikan kebutuhan bahan pokok dan BBM telah menerpa usaha jajananya. Kasihan rakyak kecil selalu terkena Imbasnya.
Ibu Mijah berucap lirih dengan ku , “Mas.. Bisa ndak anak saya sekolah lagi, Saya ingin meminjam uang?? ” dia sangat ingin sekolah sampai harus Tahajud tiap malam”.
“Insya Alloh bu.. Anak ibu bisa melanjutkan sekolah lagi. Kita akan bantu semampu kita”. Jawab saya.
“Bagaimana dengan anak Mas sendiri??”…
DIarsipkan di bawah: Motivation Story | Ditandai: Nurani




hiks..mengharukan…
semoga kita bisa menjadi insan yg lebih bersyukur
@ namada :
Amiin…
Selalu melihat kebawah
jgn selalu melihat ke Atas
ini ceritanya keluarga siapa rhies?
@ easy :
ndak, cuman kiasan Inspirasi dari hati
bener..semua ini memang mesti kudu bersyukur
@ AngelNdutz :
Alhamdulilah..
Trimakasih Berkunjung
Oh jadi intinya pengin punya anak…
Atau memikirkan andai itu terjadi sama anak kita nati gitu ?
Tapi memang masalah ini masalah yang akut…
Di batam ada satu program yang awalnya di gagas satu majelis ta’lim. namanya Smart 5000, orang dihimbau menyisihkan minimal Rp 5000 saja dan dimasukkan dalam program ini. perbulan.Dan karena itu kawasan industri maka dana yang terkumpul cukup banyak dan bisa buat membantu anak yang hampir putus sekolah karena kurang mampu.
@ Silo :
Alhamdulilah… Harusnya lebih banyak lagi
orang yg seperti Anda
trimakasih sudah berkunjung
Begitulah ibu, rela lakukan yg terbaik buat anaknya. Meski… ahh… jadi ingat ibu
@ zfly :
bAgus bgt bang tulisanya menyentuh dan bikin Haru ibu
hello arhiest ….
Saya seorang ibu juga ….
Pasti harapan seorang ibu thp anaknya sangat besar ….
Hmmm apapun akan saya lakukan untuk dia ….
RhiZZz….
Kuwe CriTa LUThu PA NeLAnGZa???
Qu BINGUNG,,,,???
Bar MACa AreP NanGiiizzzz Pa NgguYU????
ToLONH JeLAsKan!!!!!
Ok PLenD?????
kwkwkwkwkwkwkwkw……………..
Tp,
Qu TeteP Bangga KaRo Ko RhiZZz!!!!
BeRUNTuNg Qu Pnh KnaL Kro Ko!!!!
JaNGan LUPakan aQ Ya pReND’Z!!!!!!!!!
SukseZZ sLL Ya !!!!
Zmngat!!!!!!!!!!